Sabtu, 17 Oktober 2026

Kutbah Jum'at Masjid Baitul Muttaqin SNESA (Bpk. Muhamad Yasin, S.Pd., M.Pd)

 

MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BEBAS PERUNDUNGAN
Jumat Legi, 16 Oktober 2026
Muhamad Yasin, S.Pd., M.Pd

Khutbah I

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas limpahan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan yang masih dianugerahkan kepada kita. Berkat rahmat-Nya, pada hari yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul di Masjid Baitul Muttaqin SMPN 1 Ngunut ini untuk menunaikan ibadah shalat Jumat.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah, tetapi juga dalam setiap ucapan, sikap, dan perbuatan kita. Sebab, seorang mukmin yang bertakwa akan selalu berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dosa, sekecil apa pun bentuknya.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Fenomena bullying atau perundungan masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Perundungan atau bullying adalah perilaku yang sangat dilarang dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. melarang umat-Nya untuk menyakiti, menghina, merendahkan, atau melakukan kekerasan terhadap orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Perilaku tersebut dapat menyakiti hati dan merugikan orang lain.

Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 58

Artinya: “Orang-orang yang menyakiti mukminin dan mukminat, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, sungguh, mereka telah menanggung kebohongan dan dosa yang nyata.”  

Ayat tersebut mengandung perintah untuk menjauhi perilaku bullying atau merundung. Sementara itu, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Marah Labid juz 2 hal 261 menjelaskan bahwa:

Artinya: “Orang-orang yang menyakiti mukminin dan mukminat dengan ucapan ataupun perbuatan dengan tanpa adanya kesalahan dari mereka yang berhak dihukum maka mereka telah menanggung dosa yang nyata dan mewajibkan mereka disiksa di akhirat.”

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Dalam rangka mengatasi perundungan yang terjadi terutama di kalangan anak-anak diperlukan adanya kerjasama antara orang tua, masyarakat juga peran dari pemerintah melalui lembaga pendidikan / sekolah. Perlu adanya integrasi antara peran pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam menangani dan mencegah kasus perundungan.

Pertama, Peran pemerintah dalam menciptakan lingkungan bebas perundungan terletak pada pembentukan kebijakan, penegakan hukum, pendidikan dan pencegahan, serta perlindungan dan rehabilitasi bagi korban.

 

Negara bertindak melalui berbagai lembaga dan badan pemerintah untuk menjamin bahwa anak-anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan pendidikan, termasuk perundungan.   Negara dalam hal ini pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi rakyatnya lewat kebijakan-kebijakan yang dibuat berdasarkan kemaslahatan masyarakat. Termasuk dalam hal ini ialah pemerintah memiliki peranan penting dalam membuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan bebas perundungan.

Sebagaimana Ibnu Asyur menjelaskan peranan pemerintah dalam tafsirnya At-Tahrir wat Tanwir, juz 5, hal 97 berikut:

Artinya: “Pejabat pemerintahan dari rakyat ialah mereka yang dipasrahkan oleh rakyat untuk mengatur dan membuat kebijakan yang baik untuk rakyatnya sehingga rakyat bisa menjadikannya patokan. Sehingga hal tersebut seakan-akan menjadi keistimewaan bagi mereka”.  

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Kedua, selain peran dari pemerintah dibutuhkan pula peran dari masyarakat setempat dalam menciptakan lingkungan bebas bullying. Di antara peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas perundungan ialah dengan memberikan informasi melalui sosialisasi dan edukasi mengenai hak anak, meningkatkan kesadaran bahaya perundungan dan memberikan pemahaman mengenai tanda-tanda bullying dan penanganannya dengan tepat.

Masyarakat juga dapat mengambil peran aktif dalam mengambil tindakan hukum seperti melaporkan bila melihat adanya tindakan perundungan dengan tujuan untuk menyelesaikan kasus tersebut dan memberikan perlindungan pada korban.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Ketiga, ialah peran dari keluarga. Keluarga khususnya orang tua memiliki peranan penting dalam menciptakan lingkungan bebas bullying. Di antaranya ialah dengan cara memberikan pendidikan dan edukasi terkait bahaya perundungan, pentingnya menghargai orang lain, dan nasihat baik lainnya sebagai upaya menjaga keluarga dari perbuatan buruk.

Allah berfirman dalam Surat At-Tahrim ayat 6:

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Demikian khutbah Jumat terkait pentingnya peranan pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam menciptakan lingkungan bebas bullying. Semoga kita dan keluarga kita dijauhkan dari perbuatan buruk yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Aamin ya rabbal alamin.

Khutbah II

 

 




Kamis, 15 Oktober 2026

Kegiatan Hari Kamis tanggal 08 Oktober 2026

 

Bersama Kakak PPL UIN SATU Berbagi Ilmu tentang Pentingnya Sholat dalam Kegiatan Remaja Masjid Baitul Muttaqien SNESA

Pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, kegiatan rutin Remaja Masjid (REMAS) Baitul Muttaqien SNESA kembali dilaksanakan. Pada pertemuan kali ini, kegiatan kembali berlangsung bersama kakak-kakak Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) tahun 2026 yaitu kak Moh.Nur Aziz, Kak Adryan Eka Saputra dan Kak Muh.Nu'man Asssyauki. Kegiatan dihadiri oleh siswa kelas 7, 8, dan 9 serta didampingi oleh dua ibu guru, yaitu Ibu Nurul Hidayah, S.Ag. dan Ibu Yanis Setiawati, S.Pd.I., yang turut mendampingi jalannya kegiatan.

Kegiatan dibuka oleh Ibu Nurul Hidayah, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan REMAS dan mengingatkan bahwa kakak-kakak PPL UIN SATU akan terus berpartisipasi dalam kegiatan Remaja Masjid selama masa praktik. Kehadiran mahasiswa PPL diharapkan dapat memberikan pengalaman dan suasana belajar yang berbeda bagi para siswa. Setelah pembukaan singkat tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh kakak-kakak PPL.

Pada kegiatan inti, kakak-kakak PPL UIN SATU menyampaikan materi keagamaan dengan tema “Pentingnya Sholat dalam Kehidupan Seorang Muslim”. Materi disampaikan secara ringan dan interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasan diawali dengan pengertian sholat sebagai ibadah yang terdiri atas ucapan dan gerakan tertentu, dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Siswa juga diajak memahami bahwa sholat merupakan tiang agama dan kewajiban utama bagi setiap muslim yang harus dijaga dalam keadaan apa pun selama masih mampu melaksanakannya.

Selanjutnya, siswa dikenalkan dengan sholat fardu dan sholat sunnah. Selain sholat lima waktu, yaitu Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya’ sebagai sholat fardu, terdapat pula berbagai sholat sunnah seperti sholat Dhuha, Tahajud, dan Rawatib. Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, kakak PPL memberikan pertanyaan ringan kepada siswa, seperti “Kalau sholat itu hanya gerakan dan bacaan saja, atau ada makna lain yang lebih dalam?” Dari pertanyaan tersebut, siswa diajak memahami bahwa sholat juga melatih seseorang untuk selalu mengingat Allah, menjaga hati, serta menjauhi perbuatan yang buruk.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai hikmah sholat. Sholat dapat melatih kedisiplinan, ketenangan hati, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan menjaga sholat tepat pada waktunya, seseorang dibiasakan mengatur waktu dan mengutamakan kewajiban di atas kesenangan pribadi. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai dan komunikatif. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka menjawab pertanyaan dan mengikuti diskusi bersama kakak-kakak PPL.

Di akhir kegiatan, Ibu Yanis Setiawati, S.Pd.I. menutup acara dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada kakak-kakak PPL yang telah berbagi ilmu serta kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dengan baik. Beliau juga memberikan motivasi agar siswa senantiasa menjaga sholat lima waktu, tidak hanya ketika berada di sekolah, tetapi juga di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan REMAS Baitul Muttaqien SNESA bersama kakak-kakak PPL UIN SATU menjadi salah satu bentuk kegiatan keagamaan sekaligus ruang interaksi positif antara mahasiswa dan siswa, serta terus menumbuhkan semangat siswa untuk memperdalam ilmu agama.

 Foto foto kegiatan



























Kamis, 24 September 2026

Bersama Kakak PPL UIN SATU Berbagi Ilmu tentang Puasa Dalam Kegiatan Remaja Masjid Baitul Muttaqien SNESA

 

Bersama Kakak PPL UIN SATU Berbagi Ilmu tentang Puasa
Dalam Kegiatan Remaja Masjid Baitul Muttaqien SNESA


            Pada hari Kamis, 24 September 2026, kegiatan rutin Remaja Masjid (REMAS) Baitul Muttaqien SNESA kembali dilaksanakan. Pada pertemuan kali ini, kegiatan kembali berlangsung bersama kakak-kakak Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari UIN Sayyid Ali RahmatullahTulungagung (UIN SATU) tahun 2026 yaitu Kak Anna Roudhotus Sa'adah, Kak Siti Qonita Auni dan Kak Farisa Nauval Hardiyanto. Kegiatan dihadiri oleh anggota remaja masjid dari kelas 7, 8, dan 9, tim hadrah Anwarul Qomar SNESA dan siswa siswi yang tergabung dalam kegiatan tahfidz AlQur’an serta didampingi oleh para pembina kegiatan Bimbingan Kerohanian Remaja Masjid SNESA diantaranya Bapak Ahmad Nasirudin, M.Pd.I, Ibu Yanis Setiawati, S.Pd.I., Ibu Nurul Hidayah, S.Ag serta Kak Budi Wahono.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ibu Nurul Hidayah, S.Ag. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kakak-kakak PPL UIN SATU akan turut berpartisipasi dalam kegiatan Remaja Masjid selama masa praktik. Kehadiran mahasiswa PPL diharapkan dapat memberikan pengalaman dan suasana belajar yang berbeda bagi para siswa. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dari Bapak Ahmad Nasirudin, M.Pd.I. Beliau memberikan tausiyah mengenai tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah ketika di Padang Mahsyar, di antaranya pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah, serta seseorang yang mampu menolak ajakan maksiat karena takut kepada Allah. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa untuk senantiasa menjaga diri dan memperbanyak kebaikan. Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan tilawah Al-Qur’an yang dipandu oleh Kak Budi Wahono. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembuka sebelum memasuki materi utama.

Memasuki kegiatan inti, kakak-kakak PPL UIN SATU menyampaikan materi keagamaan dengan tema “Puasa”. Materi disampaikan secara ringan dan interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasan diawali dengan pengertian puasa sebagai ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Siswa juga diajak memahami bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga ucapan, sikap, dan perilaku.

Selanjutnya, siswa dikenalkan dengan puasa wajib dan puasa sunnah. Selain puasa Ramadhan sebagai puasa wajib, terdapat pula puasa nazar dan kafarat dalam kondisi tertentu. Sementara itu, beberapa contoh puasa sunnah yang dikenalkan adalah puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura, dan enam hari di bulan Syawal. Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, kakak PPL memberikan pertanyaan ringan kepada siswa, seperti “Kalau sedang puasa, yang harus kita tahan Cuma lapar dan haus atau ada yang lain?” Dari pertanyaan tersebut, siswa diajak memahami bahwa puasa juga melatih seseorang untuk menahan emosi, menjaga perkataan, menghindari perbuatan buruk, serta memperbanyak kebaikan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai hikmah puasa. Puasa dapat melatih kesabaran, kedisiplinan, kemampuan mengendalikan diri, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan merasakan lapar dan haus, seseorang juga diharapkan dapat lebih memahami kondisi orang lain dan terdorong untuk berbagi serta membantu mereka yang membutuhkan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai dan komunikatif. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka menjawab pertanyaan dan mengikuti diskusi bersama kakak-kakak PPL. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami puasa sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, pengendalian diri, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga dengan adanya kegiatan REMAS Baitul Muttaqien SNESA bersama kakak-kakak PPL UIN SATU menjadi salah satu bentuk kegiatan keagamaan sekaligus ruang interaksi positif antara mahasiswa dan siswa. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta menumbuhkan semangat siswa untuk memperdalam ilmu agama.

 Dokumentasi Kegiatan










Rabu, 23 September 2026

Dokumentasi Kegiatan Hari Kamis 17 September 2026

 

Dokumentasi Kegiatan Hari Kamis 17 September 2026

Kegiatan Rutin REMAS Baitul Muttaqien Snesa : Qiroah, Perkenalan PPL UIN SATU, dan  Materi Bijak Menggunakan Gadget

Pada hari Kamis, 17 September 2026, kegiatan rutin Remaja Masjid (REMAS) Baitul Muttaqien Snesa kembali dilaksanakan. Pertemuan kali ini terasa istimewa karena kedatangan kakak-kakak Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari UIN SATU Tulungagung tahun 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh siswa kelas 7, 8, dan 9 ini juga didampingi oleh tiga guru, salah satunya adalah Ibu Yanis Setiawati, S.Pd.I, yang setia mendampingi jalannya acara dari awal hingga selesai. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Nurul Hidayah S.Ag., yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kakak-kakak PPL akan turut serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan Remaja Masjid selama periode praktik mereka.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan membaca Al-Qur'an (tilawah), tepatnya surat An-Nisa' ayat 142–144, yang dipandu oleh Kak Budi Wahono. Suasana kegiatan terasa sangat khidmat dan penuh antusias ketika para siswa melafalkan bacaan secara bersama-sama. Tidak hanya siswa, kakak-kakak PPL pun turut serta dengan semangat dalam qiroah bersama tersebut, menciptakan atmosfer kebersamaan yang positif di dalam masjid. Kegiatan qiroah ini menjadi pembuka yang menenangkan sebelum masuk ke sesi berikutnya.

Setelah qiroah bersama selesai, acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari kakak-kakak PPL UIN SATU Tulungagung yang hadir. Setiap kakak PPL memperkenalkan diri dengan ramah, disusul dengan penyampaian materi utama pada pertemuan kali ini, yaitu tentang penggunaan HP atau gadget yang baik dan bijak. Materi ini dipilih karena sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa yang tidak lepas dari perangkat tersebut. Di sela-sela penyampaian materi, kakak PPL juga mengajak siswa untuk melatih fokus melalui ice breaking dengan aturan “kalau ada kata tepuk, maka harus tepuk; sebaliknya, jika tidak ada kata tepuk, jangan tepuk.” Bagi siswa yang kurang fokus, mereka mendapatkan sanksi ringan berupa maju ke depan untuk melafalkan surat pendek. Seluruh rangkaian kegiatan ini tetap dalam pendampingan ibu Yanis Setiawati, S.Pd.I hingga acara selesai.

Adapun poin-poin materi yang disampaikan terkait penggunaan gadget secara bijak meliputi:

·         Fungsi HP atau Gadget dalam Keseharian

Gadget bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.

·         Durasi Penggunaan HP atau Gadget

Siswa diimbau untuk membatasi waktu penggunaan gadget, misalnya maksimal 2–3 jam per hari untuk keperluan hiburan, dan lebih mengutamakan kegiatan belajar, ibadah, serta interaksi sosial secara langsung.

·         Posisi dalam Menggunakan HP atau Gadget

Posisi tubuh saat menggunakan gadget juga perlu diperhatikan. Hindari menggunakan gadget sambil tiduran atau dengan jarak terlalu dekat dari mata, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan mata dan postur tubuh.

·         Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Gadget hendaknya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk mencari ilmu agama, namun tetap harus diimbangi dengan ibadah dan kegiatan positif lainnya.

Dengan adanya materi ini, diharapkan para siswa REMAS Baitul Muttaqien Snesa dapat lebih bijak dalam menggunakan gadget, serta mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan produktif.

Dokumentasi Kegiatan :












Jumat, 24 April 2026

Kutbah Jum'at Masjid SNESA

Menjaga Lisan Dari Perkataan Buruk Salah Satu Tanda Selamat

Hari Jum'at Legi, 24 April 2026. 
Khatib : Muhamad Yasin, S.Pd,M.Pd




Khutbah I 


Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,
Di hari yang mulia ini,saya berpesan kepada para jamaah Jumat sekalian dan khususnya kepada diri saya pribadi dan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal untuk menghadap kepada-Nya.
 
Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,
Lisan merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang amat besar diberikan kepada manusia, dan juga salah satu ciptaan Allah yang menakjubkan. Karena melalui lisanlah ilmu Allah tersebar di seluruh muka bumi. Akan tetapi dari lisan manusia bisa menjadi beriman, dan dari lisan pula manusia bisa menjadi kufur. Karena seperti perkataan pepatah bahwa “mulutmu harimaumu”. Artinya, setiap Muslim harus menjaga perkataan maupun lisannya agar tidak mudah mengumpat, menghibah, memfitnah, mengkafirkan, menyalahkan, maupun mengumbar perkataan yang tidak baik.
 
Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda bahwa:

Artinya: Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan (HR Bukhari)

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Di zaman sekarang, lisan tidak hanya digambarkan melalui ucapan, akan tetapi sudah merambah pada aktivitas-aktivitas di media sosial dan internet. Maka sudah saatnya, sebagai umat Muslim harus selalu menjaga lisannya di media sosial. Apalagi dalam kehidupan bermasyarakat, juga di lingkungan sekolah umat islam harus pandai menjaga lisan, jangan berkata kasar yang akan menyakiti hati / perasaan orang lain.

Allah SWT berfirman:

Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS Qaaf: 18).

Rasulullah SAWbersabda di dalam haditsnya:

Artinya: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam (HR Bukhari).

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,

Rusaknya silaturahim, salah satunya disebabkan oleh kotornya lisan. Banyak yang mengaku Islam di lidah, tetapi tidak di perbuatan. Bahkan banyak umat Islam yang mencaci maki saudaranya sendiri, lantaran berbeda cara pandang. Bahkan mereka menganggap dirinya yang paling benar, sedangkan yang lain salah. Padahal dengan berdiskusi dan bertabayyun itu lebih baik dan menjadikan keterbukaan sesama umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya:Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian semua sepeninggalku adalah orang munafik yang pintar berbicara (HR At-Tabrani).

Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh

Oleh karena itu, sangat berhati-hatilah ketika sedang menulis sesuatu di media sosial maupun berbicara dengan orang lain. Sikap berpikir sebelum berucap merupakan kebijaksanaan bagi hamba yang memiliki akal pikiran. Sekali lagi saya ingatkan bahwa Allah mengutus malaikat khusus untuk mengawasi ucapan kita, baik lisan maupun tulisan kita di media sosial. Semoga kita bisa menjadi muslim yang mampu menjaga lisan, baik secara langsung maupun lewat tulisan di media sosial. Semoga, ucapan-ucapan kita senantiasa mendatangkan pahala dan ridha dari Allah SWT.

Khutbah II






Pembacaan doa tahlil untuk keluarga H.Isran bin Sanusi : 
Hj. Zaharah binti M. Yusopi, 
Hj. Ramlah binti Sajimin, 
Hj.Syarifah Maryam binti Syed Ali


Kutbah Jum'at Masjid Baitul Muttaqin SNESA (Bpk. Muhamad Yasin, S.Pd., M.Pd)

  MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BEBAS PERUNDUNGAN Jumat Legi, 16 Oktober 2026 Muhamad Yasin, S.Pd., M.Pd Khutbah I Jamaah shalat Jumat rahima...